Kamis, 07 April 2011

KETUBAN PECAH SEBELUM WAKTUNYA


Sahabat, kehamilan selain membahagiakan juga ada saat – saat kritis yang perlu mendapat perhatian kita semua. Terutama pada kehamilan yang mengalami ketuban pecah sebelum waktunya. Banyak komplikasi yang bisa terjadi akibat keterlambatan ibu hamil datang pada bidan atau dokter. Keterlambatan ini bisa disebabkan banyak hal, antara lain kurangnya pengetahuan ibu mengenai bahaya akibat keetuban pecah dini atau sebelum waktunya..

Apa sih yang dimaksud dengan ketuban pecah sebelum waktunya?
Sahabat, Ketuban pecah dini atau ketuban pecah sebelum waktunya adalah keadaan dimana air ketuban mengalir dan merembes atau keluar terus menerus  dari jalan lahir dan tidak disertai tanda persalinan. Ketuban yang pecah pada kehaamilan muda maupun pada kehamilan tua tetap sama – sama beresiko infeksi pada bayi. Idealnya selaput ketuban yang melindungi janin dalam rahim  baru robek atau pecah setelah kehamilan cukup bulan dan di ikuti adanya tanda - tanda di mulainya proses untuk bersalin. Keutuhan selaput ketuban ini sangat penting bagi perlindungan janin dalam rahim. 

Lalu apa saja faktor yang bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya?
Banyak sekali faktor yang bisa menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya, secara teori disebutkan bahwa akibat berkurangnya kekuatan selaput ketuban menahan tekanan yang berasal dari dalam kandungan, Infeksi pada jalan lahir ibu, benturan atau trauma fisik maupun psikis. dan sebagainya
Jika Ketuban sudah pecah, berarti selaput yang melindungi janin sudah robek, dan air ketuban berkurang jumlahnya. Idealnya cairan ketuban ini sekitar  >500  cc sampai  dengan1000 cc.
Bayi dalam kandungan ibarat berada dalam suatu gelembung selaput yang tipis mirip balon namun berisi air. Bayi dengan aman berenang dan bergerak dalam kehangatan air ketuban.Nah ketika selaput  itu robek, maka ketuban akan mengalir terus menerus, akhirnya bisa kering. 

Apa saja akibat ketuban pecah sebelum waktunya?
-Infeksi
Ini karena selaput ketuban yang robek menjadi pintu masuk bagi kuman kuman, ibu menjadi demam dan bayi terinfeksi

-Kelahiran prematur
Pada kehamilan yang masih belum cukup bulan, pecahnya ketuban akan merangsang kontraksi sehingga terjadi pembukaan jalan lahir dan bayi terlahir sebelum aktunya. Bila ketuban sudah dinyatakan habis oleh dokter atau bidan, maka kondisi bayi dalam keadaan waspada infeksi, oleh karena itu bayi sebaiknya dilahirkan jika sudah memenuhi ketentuan untuk mengakhiri kehamilan dengan dirangsang  ( induksi )obat atau infus, bahkan ada beberapa kasus yang harus dilakukan seksio sesarea.

Apa saja pertimbangan dokter atau bidan untuk mengakhiri kehamilan dengan melakukan induksi atau rangsangan dengan infus maupun obat?
Ada beberapa hal  yang akan diperhatikan, antara lain adalah umur kehamilan, keadaan jantung bayi, ada tidak infeksi dan komplikasi yang menyertai ibu maupun janin dan juga melihat besarnya pembukaan jalan lahir dan tanda persalinan.

Tindakan merangsang persalinan dengan infus dan obat berbahaya tidak ya? Khan bayinya masih prematur.
Sahabat, dokter maupun bidan akan memberi penjelasan secara terperinci, sebelum melakukan tindakan merangsang prioses kelahiran.Antara lain manfaat dan tujuan serta apa yang akan ibu rasakan selama proses dilakukan induksi persalinan tersebut.
Nah besar mana resikonya ? Membiarkan bayi dalam kandungan atau melahirkannya?
Tentu kembali kepada pilihan bahwa yang kita lakukan adalah upaya terbaik untuk menyelamatkan ibu maupun bayi. Seperti tadi kita ketahui bahwa setelah selaput ketuban robek , maka air ketuban akan terus mengalir.Hal inibisa membahayakan keadaan janin. Terutama infeksi.
Pada bayi prematur ada kebijakan khusus dimana proses kelahiran akan disiapkan sedemikian rupa termasuk mempersiapkan kematangan paru - paru bayi, lingkungan luar seperti tersedia incubator atau penghangat dan bisa pula dilakukan metode kanguru setelah bayi lahir, yakni mendekapkan bayi ke dada ibu secara langsung bersentuhan kulit ibu, agar bayi prematur tetap merasa hangat. 

Apakah  benar air ketuban yang pecah bisa diganti dengan minum air putih yang banyak ?
Tentu saja tidak bisa, air ketuban pecah berarti selaputnya sudah robek, bila dibiarkan akan menyebabkan bayi  mengalami gangguan pernafasan juga terinfeksi. Minum air putih diperlukan untuk mengganti cairan tubuh ibu yang hilang, baik melalui keringat, air seni, akibat proses pembakaran kalori tubuh dan sebagainya. Minum air putih tetap penting bagi ibu hamil yang  mengalami pecah ketuban agar cairan tubuh ibu terpenuhi, terutama bila terjadi demam.

Benarkah bila air ketuban pecah bisa menyebabkan tali pusar bayi keluar dari jalan lahir?
Benar sekali, ada beberapa kasus terjadi air ketuban pecah diikuti keluarnya tali pusar bayi, kondisi ini sangat berbahaya. Oleh karena itu bila ketuban pecah segera naik ke atas tempat tidur atau minimal lakukan posisi berbaring jangan berdiri atau malah jalan - jalan. Tali pusar ini bisa ikut keluar bila bagian terbawah bayi yang mendekati pintu panggul belum masuk, sehingga ada rongga atau celah yang memungkinkan  tali pusar terdorong keluar. Bila mengalami kejadian seperti ini jangan sekali kali menarik atai mencoba memasukkan tali pusar. Segera bawa ke dokter atau klinik atau bidan terdekat dan bagian panggul ibu di tinggikan dengan bantal.

Bagaimana saya bisa tahu bahwa yang keluar itu air ketuban, air kencing atau keputihan? Kadang saya bingung membedakannya.
Sahabat, air ketuban warnanya ada yang jernih, putih keruh seperti air cucian beras, ada yang agak kekuningan dan ada juga yang kehijauan.
Nah bila memang air ketuban yang pecah baunya amis dan khas, sangat  berbeda dengan bau urine / kencing. Lalu jika memang air ketuban maka air yang merembes tersebut tidak akan berhenti - berhenti.terus mengalir bahkan samapi membasahi pakaian . Bila keputihan encer kadang hanya keluar sekali lalu berhenti.
Bagi ibu yang hamil pertama dan masih belum berpengalaman bila merasa ada cairan keluar dari jalan lahir, namun ragu apakah ketuban atau bukan jangan ragu untuk mendatang bidan atau dokter, karena ada beberapa ibu yang selaput ketubannya pecah namun cairan yang keluar hanya merembes sedikit sedikit. Nah untuk menentukan apakah benar air ketuban maka bidan atau dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan, antara lain menggunakan test kertas lakmus ( nitrazin test).
Apa yang harus saya lakukan agar ketuban tidak pecah sebelum waktunya?
Tidak bisa memastikan apakah ketuban pecah sebelum waktunya bisa dicegah, namun hal - hal berikut akan  membantu ;
1.Hindari perjalanan jauh yang melelahkan dan menimbulkan ketegangan fisik maupun mental bagi ibu hamil
2. Hindari makan - makanan yang bisa meerangsang terjadinya kontraksi rahim, misalnya minuman beralkohol kadar tinggi, makanan yang mengandung zat fermentasi  berlebihan
3. Hindari trauma atau benturan fisik pada daerah perut
4. Pada ibu hamil kembar, kurangi aktifitas yang berlebihan, karena kehamilan kembar sendiri sudah beresiko ketuban pecah sebelum waktunya akibat pereganagan rahim.
5. Jaga tubuh ibu hamil dari infeksi terutama infeksi pada daerah alat kelamin
6. Hindari stress berlebihan yang akan merangsang hormon  tubuh untuk menimbulkan kontraaksi pada rahim
7.Lakukan hubungan seksual secara hati - hati terutama pada kehamilan yang memasuki trimester 2, hentikan hubungan seksual bila ketuban pecah.

Apa yang harus saya lakukan ketika ketuban pecah?
1. Suami istri jangan panik
2 Segera datang ke klinik bersalin terdekat  bila dalam perjalanan atau bila masih memungkinkan datang ke bidan atau dokter yang merawat ke rumah sakit.
3. Jangan menunda, upayakan bisa segera mendapat pertolongan dari tenaga kesehatan.
4.Tidak diperkenankan meminum ramuan apapun baik telur mentah dan madu, minyak , rendamann akar rumput fatima dan jamu lainnya.
5. Bila sudah bersama tenaga medis maka keadaan ibu sudah dapat terpantau jadi berusahalah relaks dan mengikuti saran bidan atau dokter yang merawat. Hal ini sangat penting untuk  membantu mengurangi kontraksi.

Apakah kehamilan dengan ketuban pecah masih bisa ditunda kelahiran bayinya?
Ada beberapa kasus dimana ketuban hanya merembes sedikit sedikit dan tidak ada tanda infeksi seperti panas pada ibu, maka dokter atau bidan akan merawat ibu hamil dengan ketuban yang pecah tersebut secara intensif dan ibu hamil harus istirahat total di rumah sakit. Pengobatan akan diberikan baik bagi ibu maupun janin. Dalam pemantauan ini ada kalanya kehamilan masih bisa ditunda samapi batas waktu tertentu tergantung kebijakan dari dokter, terutama diupayakan agar bayi bisa lahir dengan kondisi paru - paru yang berfungsi baik saat dilahirkan.
Namun demikian tidak berarti semua kehamilan ketuban pecah dini  bisa dipertahankan dalam waktu yang lama. Setiap hari akan ada perubahan yang bisa mengubah keputusan untuk segera mengakhiri kehamilan  dengan ketuban pecah demi keselamatan bayi dan ibu.


ditulis :
Romana  Amd Keb
Sumber  http://kesehatan.kompasiana.com/ibu-dan-anak

0 komentar:

Poskan Komentar

Silahkan berkomentar asal tidak mengandung SARA